Rabu, 31 Juli 2013

To Be With You

Sebulan terakhir ini, aktifitasku berubah drastis. Ya, sejak kamu resmi jadi suamiku. 
Aku jadi lebih lelah. Padahal, aku belum memasukkan agenda masak harian untuk kamu. 
Ya, aku jadi lebih lelah. Bangun lebih pagi, membantu mengurus bajumu. Menyiapkan kebutuhanmu. Kamu lebih penting dari aku. 

Tapi, segala yang kulakukan kini memiliki arti yang lebih. Ya sayang, sangat berarti buatku. 
Setiap hal yang kulakukan untukumu, untuk rumah tangga kita, Insya Allah para malaikat bermunajat memanjatkan do'a untukku. 

Saat aku mulai terlihat lelah melakukan pekerjaan rumah tangga, kamu akan selalu menyemangatiku "Sayang, Allah Maha Tahu, dan Maha Menilai. Tiap Peluh yang kamu keluarkan, kelak akan bersaksi bahwa kamu melakukan ini semua untuk suamimu, dan aku Ridho"
Rayuan paling manis, rayuan paling gombal, rayuan yang membuatku terharu untuk segera melanjutkan aktifitas. 

Apapun yang saat ini kulakukan, selalu ingin kulakukan bersamamu. Belanja, memilih perabot, beli buah, tidurpun rasanya tak nyenyak tanpa kamu disisiku. Bahkan, tak melakukan apapun, saat hari minggu santai dirumah, aku hanya ingin bersamamu.
to be with you is all that i need

Selasa, 30 Juli 2013

Trip To Baduy

Liburan akhir tahun 2012 memang sudah lewat sepekan. Tapi, bukan berarti ga bisa liburan dong ?
Seorang teman membawa saya pada satu komunitas, backpacker indonesia. Cuma ikut-ikutan aja sih, mengisi liburan yang tertunda. Batal ke Pangrango, dan memutuskan untuk ikut teman-teman baru ini ke Baduy.

Perjalanan saya pagi itu dimulai dari stasiun Klender Baru, stasiun terdekat dari rumah, naik KRL Commuterline ke stasiun Tanah Abang. Transit dulu ke stasiun Manggarai, untuk kemudian naik Commuterline ke Stasiun Tanah Abang.

Di Tanah Abang,kami janjian di depan ATM BRI. Setibanya disana, sudah ada sekumpulan orang yang hampir seluruhnya belum saya kenal. Maklum, baru sekali ini saya ikut trip bareng komunitas ini. Kenalan dengan beberapa orang yang ternyata sudah saling mengenal dengan trip-trip sebelumnya. wah, gak nyangka bisa dapet banyak teman baru dari berbagai kalangan disini.

Puluhan tiket dibagikan oleh Koordinator tim ke masing-masing peserta. Tertera tiket bertuliskan "Rangkas Jaya" tanpa tempat duduk, Rp 4000,- saja. Segera kami menuruni anak tangga menuju peron 6, kereta sudah terparkir disitu. Sesuai dugaan saya, kereta ini mirip dengan kereta ekonomi jarak jauh lainnya. Mirip dengan kereta Progo (tujuan Jogja). Penumpang bebas memilih duduk dimana saja. Hebatnya, tidak ada pedangan asongan disini. Hanya ada petugas berpakaian putih-hitam, mondar mandir menawarkan makanan/minuman, pedagang resmi diatas kereta.

Rangkas Jaya melaju perlahan tepat pada pukul 7.50 menuju sisi barat Kota Jakarta, tujuan akhir stasiun Rangkas Bitung. Pertama kalinya  naik kereta menuju Sisi Barat Jakarta. Melewati stasiun-stasiun seperti Palmerah, Serpong, Rawa Buntu, dsb. - yang tadinya hanya saya lihat di papan petunjuk KRL Commuterline. hehehe

Perjalanan ini cukup menyenangkan, gak nyangka, baru sadar, kalau Tangerang itu dekat dengan Bogor. Sepanjang perjalanan kira-kira masuk Serpong, kita bisa lihat keindahan barisan Gunung Gede-Pangrango. Gunung yang selalu saya rindukan. Kapan-kapan saya ceritakan ya :)

Pukul 9.30 tepat Rangkas Jaya terparkir di salahsatu peron Stasiun Rangkas Bitung. Kelompok berkumpul diterminal sisi belakang stasiun, naik mobil tanggung menuju Ciboleger. Orang kita biasanya sebut dengan mobil Elep, meskipun ditulis Elf Colt. :)

my review on goodreads

Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)Pukat by Tere Liye
My rating: 5 of 5 stars

buku ini membuat saya begitu bergetar. mamak yang galak, tapi penuh cinta dan kasih sayang. bapak yang lembut, namun penuh ketegasan.
mereka adalah contoh orang tua yang baik dalam mendidik anak2nya.

jaman sekarang, masih nemu gak ya orangtua yang kaya mereka ? atau, anak-anak macam pukat ?

View all my reviews